Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Perkuat Budaya Aman dan Nyaman di Sekolah
Kabar Seroja (25-04-2026) - Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo menggelar kegiatan Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan bapak dan ibu orang tua/wali murid kelas VII dan VIII, pengurus inti OSIS, komite sekolah, serta seluruh bapak/ibu guru dan Tata Administrasi UPT SMP Negeri 2 Jatirogo.
Kegiatan dipandu oleh Ibu Dwi Novitasari S.Pd selaku MC yang membawakan acara dengan tertib dan komunikatif. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh ibu Heni Mukaromah, S.Tr.Sr sebagai dirigen, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Kepala Sekolah, Bapak Mukmanan S.Pd.,M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi yang diberikan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dalam kegiatan Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di UPT SMP Negeri 2 Jatirogo. Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari Bapak/Ibu dan anak-anak semua.”
Sebelum memasuki kegiatan inti, yaitu sosialisasi BSAN, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu guru PAI, yaitu Bapak Minanur Rohman S.Pd.I.

Memasuki acara inti, pemaparan materi mengenai Budaya Sekolah Aman dan Nyaman disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Ibu Nuril Qomariyatin S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa budaya sekolah aman dan nyaman merupakan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan (bullying), serta menjamin hak-hak murid agar dapat belajar dengan tenang dan merasa dihargai.
Kegiatan semakin bermakna saat sesi tanya jawab dan diskusi bersama. Salah satu perwakilan murid, Queen Lativa Alexandra Bahtiar dari kelas VIII-A, mengajukan pertanyaan yang cukup mendalam, ia menanyakan, “Bagaimana peran sekolah dan teman sebaya dalam memberikan dukungan emosional kepada murid yang tidak memiliki orang tua?”

Menanggapi hal tersebut, Ibu Nuril Qomariyatin S.Pd menjelaskan bahwa dukungan dapat diberikan dari berbagai pihak. Di lingkungan rumah, murid dapat dibantu oleh keluarga yang masih ada. Sementara di sekolah, peran guru dan wali kelas sangat penting dalam membantu murid untuk mengelola emosi, menjaga sikap, serta membangun perilaku yang positif.
Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Bapak Mukmanan S.Pd.,M.Pd, yang menekankan pentingnya peran teman sebaya, yaitu dengan menemani, mengajak melakukan kegiatan positif, serta tidak melakukan perundungan (bullying) terhadap teman.

Selain itu, Bapak Dalimin, S.Pd selaku ketua komite sekolah juga menyampaikan pendapatnya, “Bapak/Ibu, kita sebagai orang tua juga perlu memberikan dukungan secara langsung pada anak, seperti menemani mereka ketika belajar, membuat kesepakatan bersama dengan anak, dan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak agar mereka dapat lebih terbuka dengan kita.”
Kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh perhatian dari seluruh peserta. Hal ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan murid dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri oleh Bapak Mukmanan S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah dengan harapan bahwa sosialisasi ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran seluruh pihak.

Dengan adanya kegiatan ini, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, sehingga setiap murid dapat belajar dengan tenang, merasa dihargai, serta berkembang secara optimal, baik dari segi akademik maupun karakter. (Tim Red Pena Cakrawala/Queen Lativa A.B)