Sabtu, 7 November 2026-UPT SMP Negeri 2 Jatirogo menggelar dua kegiatan, yaitu seleksi tahap pertama calon anggota OSIS dan Pembekalan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut. Kedua kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dengan sasaran peserta yang berbeda.
Kegiatan pertama diawali dengan seleksi tahap pertama calon anggota OSIS yang diikuti sekitar 130 siswa kelas VII dan VIII. Seleksi berlangsung pukul 08.30–09.20 WIB dengan mengerjakan soal melalui telepon genggam masing-masing. Peserta kelas VII menempati Ruang TAS, sedangkan peserta kelas VIII mengikuti tes di Ruang Pertemuan.

Setelah seleksi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pembekalan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada pukul 09.30 WIB di Ruang Pertemuan. Kegiatan ini diikuti oleh anggota OSIS, Dewan Galang, dan kader UKS. Materi disampaikan oleh drg. Sheryn Marcha Ramaniasari, M.Kes, dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sebelum materi dimulai, Kepala UPT SMPN 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan. Beliau berpesan agar para peserta aktif mengikuti kegiatan dan tidak hanya hadir sebagai perwakilan. Pengalaman serta informasi bermanfaat yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada teman-teman lainnya.

Pada awal sesi, pemateri mengajukan pertanyaan mengenai pentingnya mempelajari cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Queen Lativa Alexandra Bahtiar dari kelas IX-F menjadi salah satu perwakilan peserta yang menjawab pertanyaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih sering dianggap sepele oleh sebagian orang, salah satunya karena kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan gigi.
Pembahasan kemudian berlanjut pada berbagai masalah gigi yang sering dialami remaja, seperti gigi berlubang dan gusi bengkak. Pemateri menjelaskan bahwa menyikat gigi dianjurkan dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Peserta juga diberi penjelasan mengenai cara menyikat gigi yang benar serta pemilihan sikat dan pasta gigi yang sesuai. Salah satu peserta, Ahmad Noval Zakariya dari kelas IX-F, turut mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar di hadapan peserta lainnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Queen mengajukan pertanyaan, “Mengapa seseorang yang sudah rutin menyikat gigi dua kali sehari masih bisa mengalami gigi berlubang? Apakah ada kebiasaan sehari-hari yang sering tidak kita sadari, tetapi ternyata dapat merusak kesehatan gigi?”
drg. Sheryn Marcha Ramaniasari, M.Kes, menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dipengaruhi oleh waktu menyikat gigi yang kurang tepat, cara menyikat gigi yang belum bersih, maupun faktor genetik. Selain itu, kebiasaan seperti menggemeretakkan gigi, menggigit benda keras, dan terlalu sering menggunakan tusuk gigi juga dapat memengaruhi kesehatan gigi.

Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Ahmad Rifki Eka Julianto dari kelas IX-G. Ia bertanya, “Apakah minuman pahit, seperti kopi atau teh, juga bisa merusak gigi?”
“Minuman seperti kopi dan teh dapat meninggalkan noda pada gigi sehingga warnanya menjadi kekuningan. Jika ditambahkan gula dan dikonsumsi terlalu sering, minuman tersebut juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang,” jelas drg. Sheryn Marcha Ramaniasari, M.Kes

Selain sesi tanya jawab, beberapa peserta juga mendapat kesempatan menjawab pertanyaan dari pemateri, yaitu Ahmad Noval Zakariya dari kelas IX-F, Aulia dari kelas IX-E, dan Ayu dari kelas IX-E. Queen, Noval, Rifki, Aulia, dan Ayu mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari./Tim Red Pena/Queen Lativa