Asah Kompetensi Digital 51 Siswa UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Ikuti Simulasi Olimpiade KKA 2026
JATIROGO – Sebanyak 51 siswa UPT SMP Negeri 2 Jatirogo mengikuti Simulasi Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) 2026 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Tuban pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring di sekolah masing-masing, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Keikutsertaan puluhan siswa tersebut menjadi wujud semangat UPT SMP Negeri 2 Jatirogo dalam mendorong penguasaan keterampilan digital di kalangan pelajar. Melalui simulasi ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, penalaran logis, serta pemecahan masalah yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.

Pelaksanaan kegiatan secara daring memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti simulasi dari lingkungan sekolah dengan memanfaatkan perangkat digital dan jaringan internet. Selain sebagai sarana menguji kesiapan, kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal suasana kompetisi akademik di bidang teknologi.
Pembina lomba UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Rachmad Wahyuwono, S.Pd., menyampaikan bahwa simulasi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Melalui simulasi ini, kami berharap siswa dapat memperoleh pengalaman berkompetisi, meningkatkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, serta lebih mengenal materi koding dan kecerdasan artifisial. Kami berharap anak-anak mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar,” ujar Rachmad Wahyuwono, S.Pd.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh Daniel, siswa kelas VIII B yang menjadi salah satu peserta. Ia menilai kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan diri dan memperluas wawasan di bidang teknologi.
“Saya senang bisa mengikuti Simulasi Olimpiade KKA 2026. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi saya untuk belajar, melatih kemampuan berpikir, dan mengetahui sejauh mana pemahaman saya tentang koding dan kecerdasan artifisial. Saya berharap bisa memperoleh hasil yang baik dan semakin termotivasi untuk belajar,” ungkap Daniel.

Keikutsertaan 51 siswa ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Koding dan kecerdasan artifisial tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat digital, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir terstruktur, kreatif, kritis, dan mampu mencari solusi terhadap berbagai persoalan.

Melalui partisipasi dalam Simulasi Olimpiade KKA 2026, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo berharap para siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi digital, serta berani mengikuti berbagai ajang prestasi di masa mendatang. Semangat belajar dan pengalaman berkompetisi ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. (Tim Red/Nadia Zayyana)
Share to :