Dari Literasi hingga Vlog Moderasi, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Tampil Percaya Diri di Jambore Kabupaten Tuban
Jatirogo-Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menyelenggarakan kegiatan Jambore Literasi dan Moderasi Beragama (JAMLIMA) Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026, bertempat di Mangrove Center Jenu Tuban. Kegiatan ini mengusung tema “Delapan Puluh Tahun Mengabdi, Cerdas Literasi Santun Beragama” dengan subtema “Generasi Literat, Generasi Moderat.”
Jambore tersebut diikuti oleh perwakilan murid MI, MTs, MA, serta SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Tuban. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan budaya literasi yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama. Selain itu, peserta didorong untuk menumbuhkan sikap religius, toleran, adil, dan seimbang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Jambore ini memuat berbagai cabang lomba sesuai jenjang pendidikan, meliputi lomba puisi tingkat MI, lomba cerpen tingkat SMP/MTs, dan lomba esai tingkat SMA/MA. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti satu cabang lomba sesuai jenjangnya, membawa perangkat laptop atau smartphone, serta memastikan karya yang dilombakan bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan. Panitia juga menetapkan juara I, II, III, serta juara harapan I, II, dan III untuk masing-masing kategori.
UPT SMP Negeri 2 Jatirogo turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan 10 siswa terbaiknya yang terdiri atas 5 murid laki-laki dan 5 murid perempuan. Kehadiran mereka tidak sekadar sebagai peserta, melainkan juga sebagai representasi sekolah dalam meneguhkan komitmen terhadap penguatan literasi dan sikap moderat di kalangan generasi muda.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, para murid UPT SMP Negeri 2 Jatirogo tampak aktif dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Pada sesi materi Literasi dan Moderasi Beragama, ananda Saputri Alia Ningrum dari kelas VII C menunjukkan partisipasi yang menonjol melalui keaktifan bertanya dan menyampaikan pendapat. Atas kontribusinya tersebut, ia memperoleh apresiasi berupa sebuah buku novel dari panitia.
Hal serupa juga ditunjukkan oleh ananda Taranif Okvira dari kelas VII A, yang dengan percaya diri mampu menceritakan secara runtut dan lancar tentang agama serta keyakinannya saat sesi Lintas Agama. Penyampaiannya yang komunikatif dan terbuka menjadi contoh konkret praktik toleransi dalam dialog kebhinekaan.
Tidak hanya itu, kreativitas siswa UPT SMP Negeri 2 Jatirogo juga terlihat saat mengikuti kegiatan pembuatan video vlog bertema Moderasi Beragama. Dalam ajang tersebut, tim dari UPT SMP Negeri 2 Jatirogo berhasil meraih kategori Video Terfavorit Ketiga Putri, bersaing dengan peserta dari jenjang SMA/MA. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan bahwa murid SMP mampu berkompetisi secara kreatif dengan peserta yang lebih senior.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat dan capaian para muridnya. “Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter literat dan sikap moderat pada peserta didik. Kami bangga karena anak-anak tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas, keberanian, dan kreativitasnya. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam membangun sikap toleran dan cinta damai di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, ananda Queen Lativa Alexandra Bahtiar, Ketua OSIS periode 2026 sekaligus salah satu peserta jambore, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan tersebut. “Jambore ini membuat kami lebih memahami pentingnya menghargai perbedaan. Kami belajar berdialog dengan teman-teman dari latar belakang yang beragam dan mengekspresikan gagasan melalui karya. Pengalaman ini sangat berharga dan membuka wawasan kami tentang makna moderasi beragama yang sesungguhnya,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam Jambore Literasi dan Moderasi Beragama Tahun 2026 ini, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program penguatan karakter dan budaya literasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai toleransi, tanggung jawab, dan kecakapan literasi sebagai fondasi generasi literat dan moderat di masa depan. (Tim Red Pen Cakrawala/Novi)