Tiga Hari Menempa Diri, Pramuka Tunas Muda Seroja Siap Menjadi Generasi Tangguh
JATIROGO, TUBAN-Semangat kepramukaan, kemandirian, dan kebersamaan menyatu dalam kegiatan Perkemahan Kenaikan Penggalang Rakit Kelas VIII Tunas Muda Seroja Gugus Depan Tuban 09.005-09.006 Pangkalan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (23-25 Oktober 2026), ini digelar di Bumi Perkemahan Wana Wisata Sowan, Tuban, dengan menghadirkan beragam aktivitas edukatif, menantang, sekaligus menyenangkan.
Di tengah suasana alam terbuka, para peserta diajak meninggalkan sejenak rutinitas pembelajaran di kelas untuk merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang belajar, tenda menjadi tempat menempa kemandirian, dan kebersamaan menjadi pelajaran berharga yang tidak selalu ditemukan di dalam ruang kelas.
Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan bermalam di alam terbuka. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter anggota Pramuka Penggalang, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menuju tingkatan Penggalang Rakit. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama ditanamkan melalui setiap kegiatan yang diikuti.
Hari pertama, Jumat (23/10/2026), menjadi awal petualangan yang penuh antusiasme. Setelah melakukan registrasi dan perjalanan menuju bumi perkemahan, para peserta mulai mendirikan tenda, menata perlengkapan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan perkemahan. Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Kak Mukmanan, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaan mengajak seluruh peserta menjadikan perkemahan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membentuk karakter yang lebih baik.
“Jadikan perkemahan ini sebagai pengalaman berharga untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jangan hanya mengejar kenaikan tingkat, tetapi resapi setiap prosesnya. Tunjukkan bahwa Pramuka adalah generasi yang tangguh, berkarakter, pantang menyerah, dan mampu memberikan teladan positif di mana pun berada,” pesan Kak Mukmanan.
Pesan tersebut menjadi penyemangat bagi para peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok guna membangun kekompakan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Malam harinya, peserta mengikuti welcome party sebelum beristirahat di bawah langit perkemahan.

Ujian SKU hingga Lomba Tingkat, Saatnya Menguji Kemampuan
Memasuki hari kedua, Sabtu (24/10/2026), semangat peserta kembali menyala sejak dini hari. Setelah melaksanakan salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan ongklek rogo, giat pribadi, dan apel pagi. Para peserta kemudian menghadapi salah satu agenda utama, yakni Ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penggalang Rakit.
Ujian ini menjadi momentum bagi peserta untuk menunjukkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kepramukaan yang telah dipelajari. Setiap tantangan menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan, sedangkan setiap proses mengajarkan arti ketekunan dan tanggung jawab.
Ketua panitia, Kak Khoerul Anwar, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam membangun pribadi yang mandiri dan berkarakter.
“Melalui perkemahan ini, kami ingin adik-adik tidak hanya memahami teori kepramukaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berani mencoba, pantang menyerah, saling membantu, dan bertanggung jawab adalah sikap yang harus terus tumbuh dalam diri setiap Pramuka. Semoga pengalaman selama tiga hari ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Kak Khoerul Anwar.
Keseruan berlanjut melalui kegiatan istirahat, makan siang, dan lomba tingkat yang menguji keterampilan, kreativitas, serta kekompakan antarkelompok. Gelak tawa dan semangat berkompetisi mewarnai kegiatan, tanpa menghilangkan nilai sportivitas dan persaudaraan.
Ketika malam tiba, suasana perkemahan berubah semakin hangat. Nyala api unggun menjadi simbol semangat yang terus menyala di hati para Pramuka. Acara dilanjutkan dengan pentas seni yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan keberanian di hadapan teman-temannya. Apel malam kemudian menjadi penutup rangkaian kegiatan hari kedua.

Kak Wiwik Suparmin: Bukan Sekadar Berkemah, tetapi Belajar Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Kak Wiwik Suparmin, S.Pd., turut menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan karakter peserta didik.
“Perkemahan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar secara langsung tentang kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian, dan kebersamaan. Di sini mereka belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk bekerja sama, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Harapan kami, nilai-nilai tersebut dapat mereka bawa ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tutur Kak Wiwik Suparmin.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami bahwa menjadi Pramuka bukan hanya tentang mengenakan seragam dan mengikuti kegiatan, melainkan juga tentang membiasakan diri melakukan kebaikan, berani menghadapi tantangan, serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Terakhir, Membawa Pulang Pengalaman dan Kenangan
Minggu (25/10/2026), hari terakhir perkemahan diawali dengan salat Subuh, ongklek rogo, giat pribadi, dan apel pagi. Setelah mempersiapkan diri, peserta mengikuti fun game yang berlangsung penuh keceriaan. Permainan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kekompakan sekaligus menciptakan kenangan indah sebelum meninggalkan bumi perkemahan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta melaksanakan pembongkaran tenda dan mengikuti apel penutupan. Dengan penuh kebersamaan, mereka kemudian bersiap melakukan perjalanan kembali ke sekolah pada pukul 11.30 WIB.
Tiga hari mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman yang diperoleh menyimpan banyak pelajaran. Ada keberanian yang tumbuh saat menghadapi tantangan, ada kemandirian yang terasah ketika mengurus kebutuhan sendiri, dan ada persahabatan yang semakin erat melalui kebersamaan.
Perkemahan Kenaikan Penggalang Rakit Kelas VIII Tunas Muda Seroja Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui pengalaman nyata, kedekatan dengan alam, dan interaksi yang membangun. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan anggota Pramuka yang tidak hanya cakap dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga berintegritas, peduli, disiplin, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.
Dari tenda sederhana, tumbuh jiwa mandiri. Dari kebersamaan, lahir semangat persaudaraan. Dari setiap tantangan, terbentuk pribadi tangguh yang siap melangkah menuju masa depan.
Pramuka Penggalang Tunas Muda Seroja: Disiplin, Kerja Sama, Tangguh, Berprestasi! /Tim Red Pena/Nadia



