NEWS UPDATE :  
SMPN 2 JATIROGO

Berita

Harmoni Budaya Madura-UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Meriahkan Festival Jatirogo Carnival pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Jatirogo-Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Jatirogo semakin meriah dengan digelarnya Festival Jatirogo Carnival tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Umum. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026 tersebut menjadi ajang kreativitas, seni, budaya, dan kebersamaan masyarakat Jatirogo dalam menyambut hari kemerdekaan.

Festival Jatirogo Carnival diikuti oleh 16 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori umum. Dalam kesempatan tersebut, UPT SMP Negeri 2 memperoleh kehormatan untuk tampil sebagai peserta nomor urut 1 tampil membuka rangkaian peserta carnival dengan sajian budaya yang spektakuler.

Mengusung tema “Harmoni Budaya Adat Bumi Madura: Simfoni Tradisi yang Perkasa, Merajut Warisan Mulia di Tanah Garam Penuh Pesona”, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo menghadirkan sekitar 215 peserta yang terdiri atas murid kelas VII, VIII, dan IX. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata kreativitas murid sekaligus upaya mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara melalui seni pertunjukan carnival.

Kemeriahan barisan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo diawali dengan penampilan Drumband Wina Seroja yang tampil begitu memukau dan penuh energi. Di barisan terdepan, para mayoret cantik dan enerjik tampil anggun dengan gerakan yang lincah, atraktif, dan penuh percaya diri.

Dentuman musik Drumband Wina Seroja semakin menggema ketika mereka membawakan lagu-lagu bernuansa Madura. Irama musik khas Madura yang dipadukan dengan permainan alat musik drumband menciptakan suasana yang semarak dan menggugah antusiasme masyarakat.

Setelah barisan drumband, tampil maskot Selat Madura yang gagah, berani, dan penuh wibawa. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat identitas tema budaya Madura yang diusung UPT SMP Negeri 2 Jatirogo. Di belakang maskot Madura, tampil pembawa banner tema, pembawa lambang Garuda serta foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Semangat nasionalisme semakin terasa dengan hadirnya pasukan Paskibraka yang terdiri atas 17 murid. Dengan balutan seragam yang rapi, pasukan Paskibraka menjadi salah satu bagian yang memperkuat pesan kebangsaan dalam rangkaian carnival.

Kemegahan budaya Madura semakin terasa ketika Maskot Tanduk Majeng tampil dalam balutan nuansa warna biru yang elegan, dilanjutkan dengan Tari Tanduk Majeng yang melibatkan sekitar 40 murid.

Gerakan yang energik, ekspresif, dan penuh semangat, dipadukan dengan kostum yang menarik serta formasi yang kompak, para penari berhasil menghadirkan pertunjukan yang hidup dan memesona.

Nuansa budaya Madura semakin kuat melalui hadirnya Keraton Madura. Barisan ini diawali dengan maskot yang cantik jelita dengan busana nuansa hitam dan properti estetika bernuansa keraton Madura.

Di bagian utama, Raja dan Ratu Madura tampil sebagai pusat perhatian. Keduanya menaiki kendaraan hias keraton yang dirancang megah sehingga semakin memperkuat suasana kerajaan Madura.

Di belakangnya, terdapat barisan bangsawan Madura yang terdiri atas 10 murid laki-laki dan 10 murid perempuan, menghadirkan gambaran keanggunan dan kemegahan budaya Madura.

Tidak kalah menarik, barisan Karapan Sapi hadir dengan maskot karapan sapi yang gagah perkasa, kemudian diikuti 13 murid yang membawa berbagai properti karapan sapi.

Keistimewaan barisan ini semakin terlihat dari properti yang dapat digerakkan oleh pasukan Karapan Sapi, sehingga tampak lebih hidup, dinamis, dan menyerupai gerakan Karapan Sapi yang sesungguhnya. Penampilan tersebut menggambarkan semangat, keberanian, dan kekuatan yang menjadi karakter khas tradisi karapan sapi.

Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya maskot Sate Madura yang cantik serta properti sate Madura yang dibawa oleh salah satu guru, Bapak Ramadji, S.Pd. Kehadiran unsur kuliner khas tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Madura yang tidak hanya dikenal melalui tradisi dan keseniannya, tetapi juga melalui kuliner yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, barisan Tari Sakera-Marlena tampil dengan penuh semangat. Pertunjukan ini melibatkan 30 murid, terdiri atas 15 murid laki-laki dan 15 murid perempuan. Dengan gerakan yang dinamis dan penuh ekspresi, para penari mampu menghadirkan karakter Sakera-Marlena yang khas dalam balutan kostum yang menarik dan bernuansa budaya Madura.

Sebagai penutup rangkaian, tampil pasukan pencak silat yang terdiri atas 10 murid. Dengan gerakan yang gagah dan penuh ketangkasan, pasukan ini menjadi representasi semangat keberanian serta kekuatan generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa.

Seluruh rangkaian karnaval berlangsung dengan lancar, tertib, dan meriah. Festival dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan rombongan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo berhasil mencapai garis finis di Lapangan Desa Sugihan sekitar pukul 14.00 WIB. Sepanjang perjalanan, antusiasme masyarakat terlihat begitu besar. Sorak-sorai dan sambutan masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para peserta untuk terus menampilkan yang terbaik.

Kesuksesan penampilan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Bapak/Ibu Paguyuban Kelas VII, VIII, dan IX yang turut berpartisipasi aktif dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. Dukungan guru, tenaga kependidikan, murid, orang tua, dan seluruh warga sekolah menjadi kekuatan utama sehingga konsep budaya Madura dapat diwujudkan secara maksimal.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras seluruh warga sekolah.

“Festival Jatirogo Carnival menjadi momentum yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, sekaligus mengenal dan mencintai kekayaan budaya Nusantara. Kami sangat bangga melihat kekompakan murid, guru, dan paguyuban dalam menampilkan budaya Madura. Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses kebersamaan, kreativitas, disiplin, dan rasa percaya diri yang tumbuh selama persiapan hingga pelaksanaan,” ungkap beliau.

Sementara itu, Bapak Sunardi, S.Pd., selaku Koordinator Festival Jatirogo Carnival, memberikan apresiasi terhadap partisipasi seluruh peserta dan mengungkapkan bahwa kreativitas yang ditampilkan setiap kontingen menjadi bagian penting dalam memeriahkan HUT ke-81 RI.

“Festival Jatirogo Carnival merupakan ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat. Kami mengapresiasi UPT SMP Negeri 2 Jatirogo yang telah tampil dengan konsep budaya Madura yang sangat lengkap dan menarik. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai budaya dan terus berkarya,” tutur Bapak Sunardi.

Keikutsertaan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo dalam Festival Jatirogo Carnival bukan sekadar menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung pembelajaran budaya, kreativitas, kolaborasi, dan kebanggaan terhadap keberagaman Nusantara.

Melalui tema “Harmoni Budaya Adat Bumi Madura”, keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Jatirogo berhasil menunjukkan bahwa generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam menjaga, mengenalkan, dan melestarikan warisan budaya bangsa. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti bahwa Seroja terus berkreasi, berbudaya, dan mencetak generasi berprestasi./Tim Red/Maulidiya

KALENDER

Agustus 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
SMPN 2 Jatirogo Channel