NEWS UPDATE :  
SMPN 2 JATIROGO

Berita

UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Lahirkan Tunas Muda yang Siap Beraksi untuk Menggapai Mimpi

Jatirogo-Sorak yel-yel penuh semangat, tawa kebersamaan, dan tekad untuk menjadi Pramuka yang tangguh mewarnai pelaksanaan Masa Orientasi Pramuka (MOP) Gugusdepan Tuban 09.005-09.006 Pangkalan UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026. Mengusung tema "Tunas Muda Seroja Beraksi untuk Menggapai Mimpi," kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi murid baru untuk mengenal dunia kepramukaan sekaligus menanamkan karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Selama dua hari pelaksanaan, lingkungan sekolah dipenuhi semangat kebersamaan. Para peserta tidak hanya mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, tetapi juga belajar menghargai waktu, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan bekerja sama dalam setiap tantangan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang selaras dengan semangat Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di mana pembiasaan positif tidak sekadar disampaikan melalui materi, tetapi dihadirkan dalam aktivitas nyata yang dialami langsung oleh para peserta.

Kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan yang dipimpin oleh Kamabigus UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta menjadikan Pramuka sebagai tempat bertumbuh dan menempa karakter.

"Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam atau menghafal sandi. Pramuka adalah proses membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan siap menghadapi tantangan. Saya berharap adik-adik mengikuti setiap kegiatan dengan gembira karena dari sinilah mimpi-mimpi besar mulai dibangun," tutur Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd.

Usai upacara, peserta mengikuti materi kepramukaan yang disampaikan oleh para pembina. Melalui materi tersebut, peserta dikenalkan pada dasar-dasar kepramukaan, nilai Satya dan Darma Pramuka, serta peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter. Semangat peserta dalam menyimak, berdiskusi, dan bertanya menjadi gambaran bahwa kebiasaan gemar belajar dapat tumbuh melalui suasana yang menyenangkan.

Suasana semakin dinamis ketika seluruh peserta mengikuti Latihan Baris Berbaris (LBB). Di bawah arahan pembina, setiap regu berlatih menyamakan langkah, menjaga kekompakan, dan membangun rasa percaya diri. Di balik setiap gerakan yang serempak, peserta belajar tentang arti disiplin dan fokus.

Selesai mengikuti kegiatan Latihan Baris-Berbaris (LBB), seluruh peserta MOP diberikan waktu untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Suasana sore dimanfaatkan peserta untuk mandi, merapikan perlengkapan, serta mempersiapkan diri menyambut rangkaian kegiatan malam. Sambil menunggu waktu salat Magrib tiba, para peserta tetap menjaga ketertiban dan disiplin sesuai arahan panitia.

Malam hari menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam MOP. Cahaya api unggun yang menyala di tengah lapangan menghadirkan suasana hangat penuh makna. Api unggun bukan sekadar tradisi kepramukaan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan, persatuan, dan semangat untuk terus menyala dalam menggapai cita-cita. 

Keceriaan berlanjut saat Pentas Seni (Pensi) digelar. Berbagai penampilan kreatif dari masing-masing regu berhasil memukau seluruh peserta dan pembina. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorakan penyemangat memenuhi lapangan sekolah, menjadi bukti bahwa setiap peserta memiliki keberanian untuk berkarya sekaligus menghargai karya orang lain.

Memasuki hari kedua, aktivitas dimulai sejak dini hari dengan bangun pagi, dilanjutkan Salat Subuh berjamaah, kemudian ongklek pagi dan olahraga bersama. Udara pagi yang segar menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan penuh semangat sebelum menjalani berbagai aktivitas.

Setelah menikmati sarapan bersama, peserta mengikuti apel pagi sebelum memasuki kegiatan yang paling ditunggu, yaitu fun game. Berbagai permainan edukatif yang dirancang panitia menguji kekompakan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Sorak sorai yang terdengar dari setiap sudut lapangan menunjukkan bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa menghilangkan makna kerja sama dan sportivitas.

Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta melaksanakan cek kebersihan area kegiatan. Dengan penuh tanggung jawab mereka membersihkan lingkungan bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah. Pembiasaan sederhana ini menjadi pengingat bahwa karakter seorang Pramuka tidak hanya ditunjukkan melalui keterampilan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia sekaligus Pembina Pramuka, Bapak Mokhamad Khoerul Anwar, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna.

"Kami ingin MOP menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi murid baru. Melalui kegiatan yang menyenangkan, mereka belajar memimpin, bekerja sama, menghargai perbedaan, menjaga kesehatan, peduli terhadap lingkungan, dan berani menunjukkan potensi terbaiknya. Ketika kebiasaan-kebiasaan baik itu terus dilakukan, karakter positif akan tumbuh dengan sendirinya," ungkap beliau.

Rangkaian kegiatan ditutup melalui Upacara Penutupan yang dipimpin oleh Bapak Mokhamad Khoerul Anwar, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib, disiplin, dan penuh semangat.

Suasana haru begitu terasa saat prosesi Sayonara. Saling berjabat tangan, berpelukan, dan mengabadikan momen bersama menjadi penutup yang indah setelah dua hari menjalani berbagai pengalaman yang tak terlupakan.

Ketua Dewan Galang, Kak Ahmad Rifki juga menyampaikan pesan kepada seluruh murid baru agar terus aktif mengikuti kegiatan kepramukaan.

"Kami berharap adik-adik terus semangat belajar, berani berkarya, dan aktif dalam setiap kegiatan Pramuka. Jadikan pengalaman selama MOP sebagai awal untuk menjadi Pramuka yang disiplin, peduli, dan siap mengukir prestasi bersama," pesannya.

Pelaksanaan MOP tahun ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Melalui pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, belajar bersama, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, hingga membangun kepedulian terhadap sesama, peserta telah mempraktikkan nilai-nilai yang sejalan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Inilah esensi pendidikan kepramukaan: membentuk karakter melalui pengalaman nyata.

Dengan berakhirnya Masa Orientasi Pramuka Tahun Ajaran 2026/2027, diharapkan semangat "Tunas Muda Seroja Beraksi untuk Menggapai Mimpi" tidak berhenti sebagai tema kegiatan, melainkan menjadi tekad seluruh murid baru untuk terus bertumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, sehat, berprestasi, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah, masyarakat, serta bangsa./Tim Red/Maulidiya

 

KALENDER

Juli 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
SMPN 2 Jatirogo Channel