UPT SMP Negeri 2 Jatirogo Bekali Orang Tua dan Anak Hadapi Tantangan Era Digital melalui Seminar Parenting
Jatirogo, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo menyelenggarakan Seminar Parenting bagi seluruh peserta didik baru kelas VII beserta orang tua pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Komunikasi Positif antara Orang Tua dan Anak untuk Membentuk Karakter, Kemandirian, dan Prestasi Sejak Dini" ini menjadi salah satu rangkaian penutup kegiatan awal Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Mengusung jargon "Orang Tua Hebat, Anak Bermartabat, Sekolah Maju", seminar dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi peserta didik kelas VII, sedangkan sesi kedua dikhususkan bagi orang tua atau wali murid. Melalui pembagian sesi tersebut, materi yang disampaikan dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya membangun kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan secara optimal apabila hanya dibebankan kepada sekolah. Keberhasilan peserta didik merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan keluarga. Melalui Seminar Parenting ini, kami ingin menyamakan langkah dan memperkuat komunikasi agar orang tua dan sekolah dapat bersama-sama mendampingi anak menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujar Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pembiasaan Gemar Menabung yang disampaikan oleh Bu Dita Ratnasari, S.A.P. dari Bank Jatim cabang Jatirogo. Dalam kesempatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan tabungan pelajar serta manfaat menanamkan budaya menabung sejak usia dini sebagai bekal dalam merencanakan masa depan pendidikan.
"Menabung di Bank Jatim sangat mudah bagi para pelajar. Selain proses pembukaannya sederhana, tabungan pelajar juga menjadi sarana untuk membiasakan hidup hemat dan mempersiapkan berbagai kebutuhan pendidikan di masa depan. Kebiasaan kecil yang dimulai sejak sekarang akan memberikan manfaat besar ketika anak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," jelas Bu Dita Ratnasari, S.A.P
Memasuki sesi pertama seminar, Ustadzah Rita Fatmawati, S.Pd., guru Yayasan Al Uswah Centre Tuban, mengajak peserta didik untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak dini. Melalui penyampaian yang komunikatif dan interaktif, beliau mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktu yang sama sehingga keberhasilan ditentukan oleh bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan.

Peserta didik juga diajak menetapkan cita-cita sejak sekarang serta memahami rumus orang sukses, yaitu Hard Work, Prayer, Discipline, dan Dream. Selain itu, narasumber membahas pentingnya bersikap bijak di era digital dengan memahami manfaat sekaligus risiko penggunaan gawai agar teknologi dimanfaatkan sebagai sarana belajar, bukan sebaliknya.

Pada sesi kedua yang diikuti oleh orang tua, Ustadzah Rita menyampaikan berbagai materi mengenai tantangan pengasuhan di era digital, mulai dari pengaruh penggunaan gawai terhadap kebiasaan anak, pentingnya mengenali bakat dan minat anak sejak dini, membangun connection atau kedekatan emosional antara orang tua dan anak, hingga memahami penyebab munculnya perilaku menyimpang pada remaja.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas hubungan yang dibangun di dalam keluarga.
"Anak tidak hanya membutuhkan biaya pendidikan dan sekolah yang baik. Mereka jauh lebih membutuhkan dukungan moral, perhatian, kasih sayang, serta kehadiran orang tua yang mampu mengenali minat, bakat, dan potensi mereka. Ketika anak merasa didengar dan didampingi, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan berkarakter," tutur Ustadzah Rita Fatmawati, S.Pd.
Seminar berlangsung dengan antusias. Para peserta didik aktif mengikuti setiap sesi, sementara para orang tua memanfaatkan kesempatan diskusi untuk berkonsultasi mengenai pola pengasuhan yang sesuai dengan perkembangan anak di era digital.

Usai seminar parenting, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pembentukan paguyuban orang tua kelas VII yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Ibu Dwi Risna Rahayu, S.Pd. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa paguyuban dibentuk sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung berbagai program pendidikan dan kegiatan peserta didik.
Melalui paguyuban tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara orang tua dan sekolah sehingga setiap permasalahan maupun kebutuhan peserta didik dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui komunikasi yang baik.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara, sekaligus harapan agar seluruh peserta didik kelas VII dapat menjalani proses belajar dengan semangat, memperoleh prestasi terbaik, serta tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, mandiri, dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan Seminar Parenting ini, UPT SMP Negeri 2 Jatirogo kembali menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi yang positif dan kolaborasi yang kuat, diharapkan slogan "Orang Tua Hebat, Anak Bermartabat, Sekolah Maju" tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi semangat bersama dalam membangun generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi masa depan./Tim Red/Novi