Penyuluh KUA Jatirogo Berikan Sosialisasi dan Pembinaan Remaja di UPT SMP Negeri 2 Jatirogo
Jatirogo, 9–10 Maret 2026 — UPT SMP Negeri 2 Jatirogo mengadakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bagi para siswa yang disampaikan oleh para penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatirogo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (9–10 Maret 2026), ini bertujuan memberikan pembinaan serta pemahaman kepada para remaja mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi generasi muda saat ini.
Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berisi materi-materi edukatif dan pembinaan karakter remaja. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era modern serta mampu menyikapinya dengan bijak berdasarkan nilai-nilai agama dan moral.
Pada hari pertama, Senin (9/3/2026), kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Abdullah Salam, S.Pd.I mengenai Hikmah Puasa bagi Remaja. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki banyak manfaat bagi pembentukan karakter dan kepribadian seorang remaja.
“Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri. Melalui puasa, remaja belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kedisiplinan,” jelas Bapak Abdullah Salam di hadapan para siswa.
Ia juga menambahkan bahwa puasa dapat menjadi sarana bagi para remaja untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kebiasaan berpuasa juga dapat membantu remaja membentuk karakter yang lebih sabar dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Damiati, S.Pd.I yang mengangkat tema Pencegahan Pernikahan di Usia Dini. Dalam penjelasannya, ia menekankan pentingnya bagi para remaja untuk mempersiapkan masa depan dengan baik melalui pendidikan dan pengembangan diri.
“Remaja seharusnya fokus pada pendidikan, meraih cita-cita, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik sebelum memutuskan untuk menikah,” tutur Ibu Damiati.
Ia juga menjelaskan bahwa pernikahan di usia dini sering kali menimbulkan berbagai persoalan, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun kesiapan mental. Ia menambahkan bahwa remaja perlu memahami pentingnya merencanakan masa depan secara matang agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik.
Selanjutnya, Ibu Dialina Sri Martiana, S.HI menyampaikan materi bertema Remaja Masa Kini. Dalam materinya, ia mengajak para siswa untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menghadapi perkembangan zaman dengan bijak.
Ibu Dialina Sri Martiana mengatakan bahwa remaja masa kini hidup di era yang penuh dengan kemajuan teknologi dan informasi sehingga membutuhkan kemampuan untuk menyaring pengaruh yang datang dari berbagai arah. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif seperti belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Nur Fitrotul Qolis, S.Pd.I yang membahas tentang Kenakalan Remaja dengan subtema Bijak dalam Bermedia Sosial. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Media sosial bisa menjadi sarana belajar, berbagi informasi, dan berkomunikasi. Namun jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial juga dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penyebaran hoaks, perundungan, hingga konflik sosial,” ujar Ibu Nur Fitrotul Qolis.
Ia juga mengingatkan para siswa agar selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta menjaga etika dalam berinteraksi di dunia digital. Menurutnya, remaja harus mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif dan tidak mudah terpengaruh oleh konten-konten negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu, materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Bapak Sugeng mengenai bahaya narkoba. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkoba, baik dari segi kesehatan, sosial, maupun masa depan generasi muda.
Bapak Sugeng menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena dapat merusak kesehatan fisik dan mental serta menghancurkan masa depan seseorang. Ia juga mengingatkan para siswa agar berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
“Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Masa depan kalian masih panjang, jangan sampai dirusak oleh hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri,” tegas Bapak Sugeng.
Pada hari kedua, Selasa (10/3/2026), kegiatan penyuluhan kembali dilanjutkan dengan penguatan materi oleh para penyuluh. Ibu Dialina Sri Martiana, S.HI kembali memberikan materi mengenai Remaja Masa Kini dengan menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat pada generasi muda.
Kemudian Ibu Nur Fitrotul Qolis, S.Pd.I kembali mengingatkan para siswa tentang pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga etika dalam berkomunikasi di dunia digital. Sementara itu, Bapak Sugeng, S.Pd.I kembali memberikan penguatan materi mengenai bahaya narkoba serta pentingnya memilih pergaulan yang sehat.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Jatirogo, Bapak Mukmanan, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan penyuluhan ini sangat penting bagi pembinaan karakter para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para penyuluh dari KUA Jatirogo yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan kepada siswa-siswi kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini,” ungkap Bapak Mukmanan.
Bapak Mukmanan juga mengatakan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam memberikan pendidikan akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Ia berharap melalui kegiatan seperti ini para siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan berbagai pihak, termasuk KUA, sangat penting dalam upaya membimbing dan membina generasi muda. Ia juga berharap kegiatan penyuluhan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, para siswa dapat mengambil pelajaran dari materi yang disampaikan dan menjadikannya sebagai bekal dalam menjalani masa remaja dengan lebih bijak, bertanggung jawab, serta menjauhi berbagai perilaku negatif,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini, diharapkan para siswa UPT SMP Negeri 2 Jatirogo dapat semakin memahami pentingnya menjaga diri, memanfaatkan teknologi secara positif, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter remaja agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan baik. (Tim Red/Nadia)